Jumat, 02 Maret 2012

Dasar-dasar Pemrograman Berorientasi Obyek (OOP)

Pemrograman berorientasi obyek (OOP) merupakan metode pemrograman dimana pengembang harus mendefinisikan tipe data dari struktur data dan juga tipe dari operasi yang dapat diaplikasikan ke struktur data. Dengan demikian struktur data menjadi  obyek yang memiliki data dan fungsi.
Beberapa kemampuan utama dari pemrograman OOP:- Pemrograman OOP menekankan pada data daripadaprosedur karena data diperlakukan sebagai elemen yang penting dan tidak boleh mengalir secara bebas dalam program
- Data disembunyikan dari akses program oleh fungsi-fungsi  (function) eksternal
- Program dapat dibagi-bagi ke dalam obyek-obyek yang lebih kecil
- Obyek dapat berkomunikasi satu dengan yang lain melalui function
- Data baru dan function dapat dengan mudah ditambahkan pada saat dibutuhkan
- Konsep pemrogramannya mengikuti pendekatan buttom up.
Beberapa keunggulan menggunakan pemrograman OOP dibandingkan dengan pemrograman terstruktur:
- Maintainability (kemampuan untuk mudah dikelola)Karena VB .NET menyediakan struktur modular yang jelas untuk program. Maksudnya jika terjadi kesalahan pada program yang besar maka solusinya adalah memecah memecah program tersebut menjadi modul-modul kecil (modularitas). Modularitas melekat pada OOP karena class-class yang ada merupakan suatu modul sehingga class-class yang memiliki fungsionalitas sama akan disimpan pada namespace yang sama pula.
- Extensibility (kemampuan untuk dapat diperluas)
yakni class-class yang ada dapat diperluas dengan menambahkan method atau data atau mengubah perilaku daripada method.
- Reusability (kemampuan untuk dapat digunakan kembali)Yakni kode-kode program yang sudah pernah ditulis (class) dapat digunakan kembali bagi mereka yang memerlukan fungsionalitas yang sama yang disediakan oleh kode.

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Sweet Tomatoes Printable Coupons